Indonesia memiliki sejarah perjuangan kemerdekaan yang sangat panjang. dan inilah sejarah-sejarah perjuangan-perjuangan kemerdekaan indonesia :
Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia.
a. Sejarah Perjuangan Bangsa.
Perjalanan sejarah bangsa Indonesia yang dimulai sejak era sebelum dan
selama penjajahan dilanjutkan dengan era merebut dan mempertahankan
kemerdekaan sampai dengan era mengisi kemerdekaan, menimbulkan kondisi
dan tuntutan yang berbeda sesuai dengan zamannya. Kondisi dan tuntutan
yang berbeda tersebut ditanggapi oleh bangsa Indonesia berdasarkan
kesamaan nilai-nilai semangat kebangsaan kejuangan yang senantiasa
tumbuh dan berkembang yang dilandasi oleh jiwa, tekad dan semangat
kebangsaan. Kesemuanya itu tumbuh menjadi kekuatan yang mampu mendorong
proses terwujudnya NKRi dalam wadah Nusantara.
b. Era Sebelum Penjajahan.
Sejak tahun 400 Masehi sampai dengan tahun 1617, kerajaan-kerajaan yang
ada di Bumi Persada Nusantara adalah kerajaan Kutai, Tarumanegara,
Sriwijaya, Kediri, Singasari, Majapahit, Samudera Pasai, Aceh, Demak,
Mataram, Goa dan lain-Iainnya, merupakan kerajaan-kerajaan yang terbesar
di seluruh Bumi Persada Nusantara. Nilai yang terkandung pada era
sebelum penjajahan adalah rakyat yang patuh dan setia kepada rajanya
membendung penjajah dan menjunjung tinggi kehormatan dan kedaulatan
sebagai bangsa monarchi yang merdeka di bumi Nusantara.
c. Era Selama Penjajahan.
Bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa asing mulai tahun 1511 sampai
dengan 1945 yaitu bangsa Portugis, Belanda, inggris dan Jepang. Selama
penjajahan peristiwa yang menonjol adalah tahun 1908 yang dikenal
sebagai Gerakan Kebangkitan Nasional Pertama, yaitu lahirnya organisasi
pergerakan Budi Utomo yang dipelopori oleh Dr. Sutomo Dan Dr. Wahidin
Sudirohusodo, Dan 20 tahun kemudian pada tanggal 28 Oktober 1928
ditandai dengan lahirnya Sumpah Pemuda sebagai titik awal dari kesadaran
masyarakat untuk berbangsa Indonesia, dimana putra putri bangsa
Indonesia berikrar : “BERBANGSA SATU, BERTANAH AIR SATU, DAN BERBAHASA
SATU : INDONESIA”. Pernyataan ikrar ini mempunyai nilai tujuan yang
sangat strategis di masa depan yaitu persatuan dan kesatuan Indonesia.
Niiai yang terkandung selama penjajahan adalah Harga diri, solidaritas,
persatuan dan kesatuan, serta jati diri bangsa.
d. Era Merebut dan Mempertahankan Kemerdekaan.
Dimulai dari tahun 1942 sampai dengan tahun 1949; dimana pada tanggal 8
Maret 1948 Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang me!alui
Perjanjian Kalijati. Selama penjajahan Jepang pemuda ¬pemudi Indonesia
dilatih dalam olah kemiliteran dengan tujuan untuk membantu Jepang
memenangkan Perang Asia Timur Raya. Pelatihan tersebut melalui
Seinendan, Heiho, Peta dan lain-lain, sehingga pemuda Indonesia sudah
memiliki bekal kemiliteran. Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah
kepada Sekutu disebabkan dibom atomnya kota Hirosima dan Nagasaki.
Kekalahan Jepang kepada Sekutu dan kekosongan kekuasaan yang terjadi di
Indonesia digunakan dengan sebaik-baiknya oleh para pemuda Indonesia
untuk merebut kemerdekaan. Dengan semangat juang yang tidak kenal
menyerah yang dilandasi iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta
keikhlasan berkorban telah terpatri dalam jiwa para pemuda dan rakyat
Indonesia untuk merebut kemerdekaannya, yang kemudian diproklamasikan
pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno-Hatta. Setelah merdeka bangsa
Indonesia harus menghadapi Belanda yang ingin menjajah kembali
Indonesia dengan melancarkan aksi militernya pada tahun 1948 (Aksi
Militer Belanda Pertama) dan tahun 1948 (Aksi Militer Belanda Kedua),
dan pemberontakan PKI Madiun yang didalangi oleh Muso dan Amir
Syarifuddin pada tahun 1948. Era merebut dan mempertahankan kemerdekaan
mengandung nilai juang yang paling kaya dan lengkap sebagai titik
kulminasinya adalah pada perang Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Nilai-nilai
kejuangan yang terkandung dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan
‘adalah sebagai berikut :
1. Nilai kejuangan relegius (iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa).
2. Nilai kejuangan rela dan ikhlas berkorban.
3. Nilai kejuangan tidak mengenal menyerah.
4. Nilai kejuangan harga diri.
5. Nilai kejuangan percaya diri.
6. Nilai kejuangan pantang mundur.
7. Nilai kejuangan patriotisme.
8. Nilai kejuangan heroisme.
9. Nilai kejuangan rasa senasib dan sepenanggungan.
10. Nilai kejuangan rasa setia kawan.
11. Nilai ke juangan nasionalisme dan cinta tahah air
12. Nilai kejuangan persatuan dan kesatuan.
e. Era Mengisi Kemerdekaan.
Pada awal mengisi kemerdekaan timbul berbagai masalah antara lain timbul
pergantian kabinet sebanyak 27 kali dan terjadinya berbagai
pemberontakan-pemberontakan’i seperti : DIITII, APRA, RMS, Andi Azis,
Kahar Muzakar, PRRI/Permesta, dan lain-lain serta terjadinya berbagai
penyimpangan dalam penyelenggaraan negara sehingga timbul Dekrit
Presiden pada tanggal 5 Juli 1959 untuk kembali pada UUD 1945,
penyimpangan y’ang sangat mendasar adalah mengubah pandangan hidup
bangsa Indonesia Pancasila menjadi ideologi Komunis, yaitu dengan
meletusnya peristiwa G30S/PKI. Peristiwa ini dapat segera ditumpas
berkat perjuangan TNI pada waktu itu bersama-sama rakyat, maka lahir
Orde Baru yaitu kembali kepada tatanan kehidupan yang baru dengan
melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara mumi dan konsekuen. Selama
Orde Baru pembangunan berjalan lancar, tingkat kehidupan rakyat
perkapita naik, namun penyelenggaraan negara dan rakyat bermental kurang
baik sehingga timbul korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) mengakibatkan
krisis keuangan, krisis ekonomi dan krisis moneter serta akhimya terjadi
krisis kepercayaan yang ditandai dengan turunnya Kepemimpinan Nasional,
kondisi tersebut yang menjadi sumber pemicu terjadinya gejolak sosial.
Kondisi demikian ditanggapi oleh mahasiswa dengan aksi-aksi dan tuntutan
“Reformasi”, yang pada hakekatnya reformasi adalah perubahan yang
teratur, terencana, terarah dan tidak merubah/menumbangkan suatu yang
sifatnya mendasar Nilai yang terkandung pada era mengisi kemerdekaan
adalah semangat dan tekad untuk mencerdaskan bangsa, mengentaskan
kemiskinan dan memerangi keterbelakangan, kemandirian, penguasaan IPTEK
serta daya saing yang tinggi berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945
sehingga siap menghadapi abad ke-21 dalam era globalisasi.
Dari uraian tersebut diatas bahwa sejarah perjuangan bangsa memiliki
peranan dalam memberikan kontribusi niJai-niiai kejuangan bangsa dalam
mempertahankan dan mengisi kemerdekaan untuk tetap utuh dan tegaknya
NKRI yaitu SATU INDONESIA SATU.
Proses Bangsa Yang Menegara.
Proses bangsa menegara adalah suatu proses yang memberikan gambaran
tentang bagaimana terbentuknya bangsa, di mana sekelompok manusia yang
ada di dalamnya merasakan sebagai bagian dari bangsa dan terbentuknya
negara merupakan organisasi yang mewadahi bangsa serta dirasakan
kepentingannya oleh bangsa itu, sehingga tumbuh kesadaran untuk
mempertahankan tetap tegak dan utuhnya negara melalui upaya Bela Negara.
Dalam rangka upaya Bela Negara agar dapat terlaksana dengan baik
apabila tercipta pola pikir, sikap dan tindak/perilaku bangsa yang
berbudaya sebagai dorongan/motivasi adanya keinginan untuk sadar Bela
Negara sebagai berikut : Bangsa Yang Berbudaya, artinya bangsa yang mau
melaksanakan hubungan dengan penciptanya “Tuhan” disebut Agama; Bangsa
Yang Mau Berusaha, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya disebut Ekonomi;
Bangsa Yang Mau Berhubungan Dengan lingkungan, berhubungan sesamanya dan
alam sekitarnya disebut Sosial; Bangsa Yang Mau Berhubungan Dengan
Kekuasaan, disebut Politik; Bangsa Yang Mau Hidup Aman Tenteram dan
Sejahtera, berhubungan dengan rasa kepedulian dan ketenangan serta
kenyamanan hidup dalam negara disebut Pertahanan dan Keamanan.
Pada zaman modern adanya negara lazim_ya dibenarkan oJeh
anggapan-anggapan atau pandangan kemanusiaan. Demikian pula halnya
menurut bangsa Indonesia, sebagaimana dirumuskan di dalam Alinea Pertama
Pembukaan UUD 1945, adanya Negara Kesatuan Republik Indonesia ialah
karena kemerdekaan adalah hak segala bangsa sehingga penjajahan, yang
bertentangan dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan harus dihapuskan.
Apabila “dalil” inj kita analisis secara teoritis, maka hidup
berkelompok “baik bermasyarakat, berbangsa dan bernegara seharusnya
tidak mencerminkan eksploitasi sesama manusia (penjajahan) harus
berperikemanusiaan dan harus berperikeadilan. Inilah teori pembenaran
paling mendasar dari pada bangsa Indonesia tentang bernegara. Hal yang
kedua yang memerlukan suatu analisa ialah bahwa kemerdekaan adalah hak
segala bangsa, mengapa dalam penerapannya sering timbul pelbagai ragam
konsep bernegara yang kadang-kadang dapat saling bertentangan. Perbedaan
konsep tentang negara yang dilandasi oleh pemikiran ideologis adalah
penyebab utamanya, sehingga perlu kita pahami filosofi ketatanegaraan
tentang makna kebebasan atau kemerdekaan suatu bangsa dalam kaitannya
dengan ideologinya. Namun di dalam penerapannya pada zaman modern, teori
yang universal ini didalam kenyataannya tidak diikuti orang. Kita
mengenal banyak bangsa yang menuntut wilayah yang sama, demikian pula
halnya banyak pemerintahan yang menuntut bangsa yang sama. Orang
kemudian beranggapan bahwa pengakuan dari bangsa lain, memerlukan
mekanisme yang memungkinkan hal tersebut adalah lazim disebut proklamasi
kemerdekaan suatu negara.
Perkembangan pemikiran seperti ini mempengaruhi pula perdebatan di dalam
PPKI, baik didalam membahas wilayah negara maupun di dalam merumuskan
Pembukaan UUD 1945 yang sebenarnya direncanakan sebagai naskah
Proklamasi. Oleh karena itu merupakan suatu kenyataan pula bahwa tidak
satupun warga negara Indonesia yang tidak menganggap bahwa terjadi
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah pada waktu Proklamasi 17
Agustus 1945, sekalipun ada pihak-pihak terutama luar negeri yang
beranggapan berbeda dengan dalih teori yang universal….
andika-stsetia.com
i like indonesia, merah putih selalu dihati
Selasa, 15 Mei 2012
Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia
Senin, 07 Mei 2012
Internet Download Manager 6.11 Full Version
Internet Download Manager 6.11
Full Version - Download Internet Download Manager 6.11 Full Version - Tadi
pagi dapat notifikasi yang menginformasikan bahwa sudah ada IDM yang
terbaru, yakni IDM 6.11 Build 5 Final. Banyak perbaikan
di IDM 6.11 Build 5 Final ini, dan lagi sudah versi final tidak beta
seperti sebelumnya, jadi saya rekomendasikan anda untuk segera melakukan
update ke IDM 6.11 Build 5 Final.
What’s new in version 6.11 build 5?
(Released: Apr 23, 2012)- Fixed false interception of web ads
- Added Socks traffic monitoring for Google Chrome & Opera
- Added compatibility with address hiding programs
Cara aktivasi IDM 6.11 Build 5 Final :
- Install IDM nya. Kalau anda sudah pernah install IDM, jangan lupa di close terlebih dahulu IDM nya yang ada di system tray.
- Setelah install anda akan mendapatkan notifikasi “Fake serial number,,bla,,bla”. Di close saja.
- Ekstrak file patch di mana saja, lalu jalankan file patch.
- Klik patch, kemudian anda seaech file installer IDM yang ada di folder tempat anda menginstall IDM. Default (windows 7 64bit) : C:\Program Files (x86)\Internet Download Manager.
- Selesai, kini IDM anda sudah full version!!
PENTING : Sebelum
di patch, harap IDM di close dulu. Patch tidak akan berjalan (sukses)
jika IDM anda masih berjalan.
UPDATE : Buat yang patch nya gagal, silahkan
coba patch yang ini Patch
IDM 6.xx. Ingat disable antivirus sebelum
mengekstrak patch.Password : www.remo-xp.com
Download IDM 6.11 Build 5 Final Full Patch
Selasa, 01 November 2011
kekayaan alam indonesia
indonesia memiliki kekayaan alam yang beragam, hampir di seluruh wilayah indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat bermanfaat. sampai-sampai indonesia di jajah oleh belanda untuk mengambil rempah-rempah di indonesiawww.andika-stsetia.blogspot.com/kekayaan+alam+indonesia+456?=.html
idm full version terbaru 2011
Assalamualaikum! Kali ini andika akan bagikan internet download manager terbaru. IDM ini versi IDM 6.05 Full Version + Keygen. Temen-temen bisa download software IDM full tersebut secara gratis. IDM 6.05 Final ini merupakan pembaruan dari IDM 6.04, sudah disertakan keygen! Tinggal download terus install. Besarnya cuma 4.3 Mb. Mau ?
Bagi yang mau download, ni link downloadnya :
Download IDM 6.05 Final Installer : Click Here
Download Keygen IDM 6.05 : Click Here
Bagi yang mau download, ni link downloadnya :
Download IDM 6.05 Final Installer : Click Here
Download Keygen IDM 6.05 : Click Here
Sabtu, 11 Juni 2011
indonesia macan asia
indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat besar sekali. Saya akan bercerita sedikit tentang kekayaan alam yang ada di indonesia, pada kedudukan keperesidenan bapak ir. Soekarno indonesia sempat menjadi MACAN ASIA pada saat itu indonesia menjadi sentral pangan di asia tenggara. Tetapi tdk bertahan lama sampai skarang. Sgt di sayangkn sekali indonesia tdk mendapatkan julukan MACAN ASIA lg.
Kamis, 02 Juni 2011
indonesia dan sejarah
Republik
Indonesia disingkat RI atau Indonesia
adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra
Pasifik dan Samudra
Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau,
oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Dengan populasi sebesar 222 juta
jiwa pada tahun 2006,Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar
keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar
di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden
yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta.
Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau
Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
Kata
"Indonesia" berasal dari kata dalam bahasa Latin
yaitu Indus yang berarti "Hindia" dan kata dalam bahasa Yunani
nesos yang berarti "pulau".[7]
Jadi, kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di
Hindia, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia
menjadi negara berdaulat.[8]
Pada tahun 1850, George Earl, seorang etnolog
berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia
untuk penduduk "Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu".[9]
Murid dari Earl, James Richardson Logan,
menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India.[10]
Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia
Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan
Melayu (Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda (Nederlandsch
Oost Indië), atau Hindia (Indië); Timur (de Oost);
dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar
(1859), ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda).[5]
Sejak
tahun 1900, nama Indonesia menjadi lebih umum pada lingkungan akademik di luar
Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia menggunakannya untuk ekspresi
politik.[5]
Adolf Bastian
dari Universitas Berlin memasyarakatkan nama
ini melalui buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels,
1884–1894. Pelajar Indonesia pertama yang menggunakannya ialah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara),
yaitu ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda yang bernama Indonesisch
Pers Bureau di tahun 1913.
Sejarah
Peninggalan
fosil-fosil Homo erectus, yang oleh antropolog
juga dijuluki "Manusia Jawa", menimbulkan dugaan bahwa
kepulauan Indonesia telah mulai berpenghuni pada antara dua juta sampai 500.000
tahun yang lalu.[11]
Bangsa Austronesia, yang membentuk mayoritas
penduduk pada saat ini, bermigrasi ke Asia Tenggara dari Taiwan. Mereka
tiba di sekitar 2000 SM, dan menyebabkan bangsa
Melanesia yang telah ada lebih dahulu di sana terdesak ke
wilayah-wilayah yang jauh di timur kepulauan.[12]
Kondisi tempat yang ideal bagi pertanian, dan penguasaan atas cara bercocok tanam padi
setidaknya sejak abad ke-8 SM,[13]
menyebabkan banyak perkampungan, kota, dan kerajaan-kerajaan kecil tumbuh
berkembang dengan baik pada abad pertama masehi. Selain itu, Indonesia yang
terletak di jalur perdagangan laut internasional dan antar pulau, telah menjadi
jalur pelayaran antara India dan Cina selama beberapa abad.[14]
Sejarah Indonesia selanjutnya mengalami banyak sekali pengaruh dari kegiatan
perdagangan tersebut.[15]
Sejak abad
ke-1 kapal dagang Indonesia telah berlayar jauh, bahkan sampai ke Afrika. Sebuah
bagian dari relief kapal di candi Borobudur,
k. 800 M.
Di bawah pengaruh agama Hindu dan Buddha, beberapa
kerajaan terbentuk di pulau Kalimantan, Sumatra, dan Jawa sejak abad ke-4 hingga abad ke-14.
Kutai,
merupakan kerajaan tertua di Nusantara yang berdiri pada abad ke-4 di hulu sungai
Mahakam, Kalimantan Timur. Di wilayah barat pulau
Jawa, pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M berdiri kerajaan Tarumanegara.
Pemerintahan Tarumanagara dilanjutkan oleh Kerajaan
Sunda dari tahun 669 M sampai 1579 M. Pada abad ke-7 muncul kerajaan
Malayu yang berpusat di Jambi, Sumatera. Sriwijaya
mengalahkan Malayu dan muncul sebagai kerajaan maritim yang paling perkasa di
Nusantara. Wilayah kekuasaannya meliputi Sumatera, Jawa, semenanjung Melayu,
sekaligus mengontrol perdagangan di Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Cina
Selatan.[16]
Di bawah pengaruh Sriwijaya, antara abad ke-8 dan ke-10 wangsa Syailendra dan Sanjaya
berhasil mengembangkan kerajaan-kerajaan berbasis agrikultur di Jawa, dengan peninggalan
bersejarahnya seperti candi Borobudur dan candi Prambanan.
Di akhir abad ke-13, Majapahit berdiri di bagian timur pulau Jawa. Di bawah
pimpinan mahapatih Gajah Mada, kekuasaannya meluas sampai hampir
meliputi wilayah Indonesia kini; dan sering disebut "Zaman Keemasan"
dalam sejarah Indonesia.[17]
Kedatangan
pedagang-pedagang Arab dan Persia
melalui Gujarat, India, kemudian membawa agama Islam. Selain itu
pelaut-pelaut Tiongkok
yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho (Zheng He) yang beragama Islam, juga pernah menyinggahi
wilayah ini pada awal abad ke-15.[18]
Para pedagang-pedagang ini juga menyebarkan agama Islam di beberapa wilayah
Nusantara. Samudera Pasai yang berdiri pada tahun
1267, merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia.
Ketika
orang-orang Eropa
datang pada awal abad ke-16, mereka menemukan beberapa kerajaan
yang dengan mudah dapat mereka kuasai demi mendominasi perdagangan
rempah-rempah. Portugis pertama kali mendarat di dua pelabuhan Kerajaan
Sunda yaitu Banten dan Sunda Kelapa, tapi dapat diusir dan
bergerak ke arah timur dan menguasai Maluku. Pada abad ke-17,
Belanda
muncul sebagai yang terkuat di antara negara-negara Eropa lainnya, mengalahkan Britania Raya
dan Portugal
(kecuali untuk koloni mereka, Timor
Portugis). Pada masa itulah agama Kristen
masuk ke Indonesia sebagai salah satu misi imperialisme lama yang dikenal
sebagai 3G, yaitu Gold, Glory, and Gospel.[19]
Belanda menguasai Indonesia sebagai koloni hingga Perang Dunia
II, awalnya melalui VOC, dan kemudian langsung oleh pemerintah Belanda sejak awal
abad ke-19.
Di bawah
sistem Cultuurstelsel (Sistem Penanaman)
pada abad ke-19, perkebunan besar dan penanaman paksa dilaksanakan di Jawa,
akhirnya menghasilkan keuntungan bagi Belanda yang tidak dapat dihasilkan VOC.
Pada masa pemerintahan kolonial yang lebih bebas setelah 1870, sistem ini dihapus.
Setelah 1901
pihak Belanda memperkenalkan Kebijakan Beretika,[20]
yang termasuk reformasi politik yang terbatas dan investasi yang lebih besar di
Hindia-Belanda.
Pada masa Perang Dunia II, sewaktu
Belanda dijajah oleh Jerman, Jepang menguasai Indonesia. Setelah mendapatkan Indonesia pada
tahun 1942, Jepang melihat bahwa para pejuang Indonesia merupakan rekan
perdagangan yang kooperatif dan bersedia mengerahkan prajurit bila diperlukan. Soekarno,
Mohammad
Hatta, KH. Mas Mansur, dan Ki Hajar Dewantara diberikan penghargaan
oleh Kaisar Jepang
pada tahun 1943.
Pada Maret
1945 Jepang membentuk
sebuah komite untuk kemerdekaan Indonesia. Setelah perang
Pasifik berakhir pada tahun 1945, di bawah tekanan organisasi
pemuda, Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus
1945. Setelah kemerdekaan,
tiga pendiri bangsa yakni Soekarno, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir
masing-masing menjabat sebagai presiden, wakil presiden, dan perdana
menteri. Dalam usaha untuk menguasai kembali Indonesia, Belanda
mengirimkan pasukan mereka.
Usaha-usaha
berdarah untuk meredam pergerakan kemerdekaan ini kemudian dikenal oleh orang
Belanda sebagai 'aksi kepolisian' (Politionele Actie), atau dikenal oleh
orang Indonesia sebagai Agresi Militer.[21]
Belanda akhirnya menerima hak Indonesia untuk merdeka pada 27 Desember
1949 sebagai negara federal
yang disebut Republik Indonesia Serikat setelah
mendapat tekanan yang kuat dari kalangan internasional, terutama Amerika
Serikat. Mosi Integral Natsir pada tanggal 17 Agustus 1950, menyerukan kembalinya
negara kesatuan Republik Indonesia dan membubarkan Republik Indonesia Serikat.
Soekarno kembali menjadi presiden dengan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden
dan Mohammad Natsir sebagai perdana menteri.
Pada tahun
1950-an dan 1960-an, pemerintahan Soekarno mulai mengikuti sekaligus merintis gerakan
non-blok pada awalnya, kemudian menjadi lebih dekat dengan blok sosialis,
misalnya Republik Rakyat Cina dan Yugoslavia.
Tahun 1960-an menjadi saksi terjadinya konfrontasi militer terhadap negara
tetangga, Malaysia
("Konfrontasi"),[22]
dan ketidakpuasan terhadap kesulitan ekonomi yang semakin besar. Selanjutnya
pada tahun 1965 meletus kejadian G30S yang menyebabkan kematian 6 orang jenderal
dan sejumlah perwira
menengah lainnya. Muncul kekuatan baru yang menyebut dirinya Orde Baru
yang segera menuduh Partai Komunis Indonesia sebagai otak di
belakang kejadian ini dan bermaksud menggulingkan pemerintahan yang sah serta
mengganti ideologi nasional menjadi berdasarkan paham sosialis-komunis.
Tuduhan ini sekaligus dijadikan alasan untuk menggantikan pemerintahan lama di
bawah Presiden Soekarno.
Jenderal Soeharto
menjadi presiden pada tahun 1967 dengan alasan untuk mengamankan negara dari ancaman komunisme.
Sementara itu kondisi fisik Soekarno sendiri semakin melemah. Setelah Soeharto
berkuasa, ratusan ribu warga Indonesia yang dicurigai terlibat pihak komunis
dibunuh, sementara masih banyak lagi warga Indonesia yang sedang berada di luar
negeri, tidak berani kembali ke tanah air, dan akhirnya dicabut kewarganegaraannya.
Tiga puluh dua tahun masa kekuasaan Soeharto dinamakan Orde Baru,
sementara masa pemerintahan Soekarno disebut Orde Lama.
Soeharto
menerapkan ekonomi neoliberal dan berhasil mendatangkan investasi
luar negeri yang besar untuk masuk ke Indonesia dan menghasilkan pertumbuhan
ekonomi yang besar, meski tidak merata. Pada awal rezim Orde Baru kebijakan
ekomomi Indonesia disusun oleh sekelompok ekonom lulusan Departemen Ekonomi Universitas California, Berkeley,
yang dipanggil "Mafia Berkeley".[23]
Namun, Soeharto menambah kekayaannya dan keluarganya melalui praktik korupsi,
kolusi,
dan nepotisme
yang meluas dan dia akhirnya dipaksa turun dari jabatannya setelah aksi demonstrasi
besar-besaran dan kondisi ekonomi negara yang memburuk pada tahun 1998.
Dari 1998
hingga 2001, Indonesia mempunyai tiga presiden: Bacharuddin
Jusuf (BJ) Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri. Pada tahun 2004 pemilu
satu hari terbesar di dunia[24]
diadakan dan dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono.
Indonesia
kini sedang mengalami masalah-masalah ekonomi, politik dan pertikaian
bernuansa agama di dalam negeri, dan beberapa daerah berusaha untuk mendapatkan
kemerdekaan, terutama Papua.
Timor Timur
akhirnya resmi memisahkan diri pada tahun 1999 setelah 24 tahun
bersatu dengan Indonesia dan 3 tahun di bawah administrasi PBB menjadi negara Timor Leste.
Pada
Desember 2004
dan Maret 2005,
Aceh dan Nias
dilanda dua gempa bumi
besar yang totalnya menewaskan ratusan ribu jiwa. (Lihat Gempa bumi Samudra Hindia 2004
dan Gempa bumi Sumatra Maret 2005.)
Kejadian ini disusul oleh gempa bumi di Yogyakarta
dan tsunami yang menghantam Pantai Pangandaran dan sekitarnya, serta banjir lumpur di Sidoarjo
pada 2006 yang tidak kunjung terpecahkan.
Pembagian administratif|
Provinsi Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta, Papua Barat,
dan Papua
memiliki hak istimewa legislatur yang lebih besar dan tingkat otonomi yang
lebih tinggi dibandingkan provinsi lainnya. Contohnya, Aceh berhak membentuk
sistem legal sendiri; pada tahun 2003, Aceh mulai menetapkan hukum Syariah.[26]
Yogyakarta mendapatkan status Daerah Istimewa sebagai pengakuan terhadap peran
penting Yogyakarta dalam mendukung Indonesia selama Revolusi.[27]
Provinsi
Papua, sebelumnya disebut Irian Jaya, mendapat status otonomi khusus
tahun 2001.[28]
DKI Jakarta,
adalah daerah khusus ibukota negara. Timor
Portugis digabungkan ke dalam wilayah Indonesia dan menjadi provinsi
Timor Timur
pada 1979–1999, yang kemudian memisahkan diri melalui referendum menjadi Negara
Timor Leste.[29]
Provinsi di Indonesia dan ibukotanya
|
Langganan:
Entri (Atom)
